Monday, May 18, 2009
SISI LAIN KEUNIKAN (KANDIDAT) GUBERNUR BI 2009
Resminya Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 22 Mei 2008.
SBY menggandeng Boediono sebagai pasangan dalam kontes panggung politik menuju Presiden-Wakil Presiden periode 2009 -2014. Deklarasi yang digadang Partai Demokrat dan koalisinya pada tanggal 15 Mei 2009, menjadi sejarah baru bagi Boediono untuk berkarya di luar jalur profesi yang selama ini digeluti. Untuk lebih fokus pada dunia persilatan yang baru itu, Boediono menyatakan siap bekerja sejak deklrasi Capres-Cawapres dan menyatakan mengundurkan diri dari Gubernur Bank Indonesia.
Kalau pengunduran Boediono ditandatangani sejak 17 Mei 2009, keunikan Boediono adalah mungkin satu-satunya Gubernur Bank Indonesia yang mengundurkan diri sebelum 1 tahun. Bahkan menjadi orang pertama yang menorehkan sejarah Indonesia bahkan sejarah Dunia, seorang Gubernur Bank Sentral menuju kursi Wakil Presiden.
Pengunduran Boediono memberikan lowongan di kursi yang sangat prestise, bergengsi dan panas itu. Siapakah Gubernur Bank Indonesia berikutnya, menjadi pertanyaan hampir semua orang baik kalangan rakyat, mahasiswa, elite partai bahkan anggota Dewan sendiri.
Tanpa merasa lebih tahu dari pengambil keputusan yang berwenang menetapkan Gubernur Bank Sentral berikutnya, tulisan ini mengajak untuk melihat keunikan-keunikan lain dari Gubernur Bank Indonesia.
Kalau dilihat dari initial nama, Gubernur Bank Indonesia sejak orde Baru dimulai dengan R. Periode berikutnya juga dimulai dengan R.
Setelah periode R selesai, Gubernur Bank Indonesia berturut-turut dipegang oleh A dan A. Sehabis periode A dan A, muncul nama yang juga berturut-turut dengan initial sama yaitu S dan S. Era S dan S dilanjutkan dengan dua initial yang sama berturut-turut yaitu B dan B.
Dari urutan initial nama tersebut, terdapat keanehan karena seperti memiliki pola yang simultan. Dimulai dari R, kemudian melompat ke A. Setelah periode A, dilanjutkan dengan S yang merupakan abjad setelah R. Demikian pula, setelah S berakhir dilanjutkan dengan initial B yaitu abjad setelah A.
Kalau mengikuti pola tersebut, periode selanjutnya adalah initial setelah S yaitu T.
Namun perlu diingat juga kelemahan pola itu ada pada periode B dimana B terakhir tidak penuh 5 tahun. Apakah hal tersebut memunculkan pola baru?
No. Nama Dari Sampai
1. Radius Prawiro 1966 1973
2. Rachmat Saleh 1973 1983
3. Arifin Siregar 1983 1988
4. Adrianus Mooy 1988 1993
5. Sudrajad Djiwandono 1993 1998
6. Syahril Sabirin 1998 2003
7. Burhanuddin Abdullah 17 Mei 2003 16 Mei 2008
8. Boediono 17 Mei 2008 17 Mei 2009
9. ?????
(Wikipedia Indonesia)
Dari kandidat yang tersedia di pasar, nama-nama calon potensi adalah A,C, D, G, H, M,R,S.
Kalau mengikuti pola tersebut, maka kandidat C,D,G,H,M, masuk nominasi sedangkan R dan S sudah pernah sebelumnya. Dalam pola tersebut belum pernah terjadi pengulangan nama setelah dua periode selanjutnya.
Lantas, bagaimana dengan nama T yang mengikuti pola tersebut? Logikanya, kalau T tidak dimungkinkan mengingat kandidat T belum ada, berarti pola tersebut tidak dapat dipertahankan. Lalu siapa yang akan menjadi kuda hitam?
Selain pola tersebut, terdapat pola lain yang sudah diterapkan pada pencalonan 2 Gubernur sebelumnya yaitu calon adalah mantan Menteri Perekonomian. Sebagaimana diketahui, Burhanuddin Abdullah dan Boediono adalah mantan Menteri Perekonomian sebelum ke kursi Gubernur Bank Indonesia.
Kalau pola ini yang dilanjutkan, maka S akan menjadi kandidat. Tapi ada sedikit halangan mengingat yang bersangkutan bukanlah murni Menteri Perekonomian karena saat ini hanya merangkap saja.
Peta lain yang dapat ditelusuri adalah dari 8 mantan Gubenur tersebut, 5 diantaranya merupakan kandidat internal Bank Indonesia. Bahkan 3 Gubernur terakhir merupakan internal Bank Indonesia. Apakah ini akan menjadi pola yang akan menjadi pertimbangan final?
Apabila pola ini yang dipilih tentu C,H,M akan menjadi dominan. Kalau dilihat dari "kesaktian" jawara tersebut, masing-masing sudah memiliki dan pakar dalam jurus monetery based. Tapi sebagai sebuah institusi bank sentral, monetary based tidak cukup. Bank sentral memerlukan jurus banking dan jurus payment dan terutama leadership. Kalau melihat kompetensi Deputi Gubernur Senior- DGS yang baru terpilih yang major pada jurus moneter, maka pemilik jurus banking dan payment akan menjadi keunggulan ekstra.
Apabila jurus non moneter dan leadership ini yang menjadi indikator terakhir maka M yang memiliki jejak rekam yang sudah diterima baik pasar eksternal maupun internal akan layak dipertimbangkan.
Semoga M ataupun temannya yang akan menjadi Gubernur Bank Indonesia berjanji kepada TUHAN bahwa dia akan memberikan dedikasi hanya untuk memenuhi panggilan TUHAN bukan panggilan manusia atau partai. Be a true "leader - leadest".
Semoga.
Tuesday, May 12, 2009
MAY BLESSING (TUAH BULAN MEI)
Secara umum orang sependapat tidak ada yang terlalu istimewa pada bulan Mei. Sebagian orang memberikan makna biasa saja menyikapi datangnya bulan Mei. Segelintir mahasiswa menjadikan bulan Mei sebagai peringatan untuk mengenang 11 tahun peristiwa yang menewaskan mahasiswa dalam tragedi Semanggi. Bahkan tidak satu kelompokpun yang merayakan kejatuhan rezim yang sudah bercokol di republik ini, yang terjadi bulan Mei. Kalau melihat ke belakang, betapa banyak orang maupun kelompok yang mengharapkan peristiwa kejatuhan rezim ini. Alasan sederhana, karena manusia selalu menyukai perubahan. Dan ketika itu terjadi di bulan Mei, relatif nyaris tak terdengar gaungnya. Bukankah budaya kita lazim mensyukuri terwujudnya sesuatu yang dicita-citakan? Apakah berlebihan bila Mei juga merupakan blessing bagi politik bangsa ini? Apakah para pengharap kejatuhan rezim ini berubah pikiran setelah menghadapi hari-hari selanjutnya? Misteri.
Bagi ranah perekonomian, bulan Mei merupakan satu sejarah tersendiri mengingat pada bulan Mei 10 tahun silam, bangsa ini memberikan independensi kepada lembaga bank sentral. Independensi ini menjadi buah bibir karena tidak terbatas pada organisatoris seperti lembaga lain, bank sentral merupakan lembaga independen penuh. elemen bangsa dan masyarakat sempat menuding bank sentral menjadi sebuah negara dalam negara dengan status independen tersebut. Mei kali ini merupakan blessing tersendiri bagi bangsa ini.
Beberapa kilas balik peristiwa tersebut merupakan sejarah yang telah berlalu 10 tahun lalu. Bagaimana dengan Mei tahun 2009?
Dalam ranah politik, bulan Mei tahun ini menjadi penentu siapa yang menjadi penghuni kursi-kursi parlemen. Dalam waktu yang sama, bulan Mei ini akan dikenang sebagai buruknya kontes demokrasi di republik ini. KPU akan diajukan ke mahkamah, bukan karena KPK seperti dulu, tapi karena semerawutnya pelaksanaan pemilihan legislatif. Namun dibalik itu, bulan Mei ini terjadi keanehan yang luar biasa dalam politik. Dua partai politik yang sudah resmi menjadi rival dan sudah bermusuhan selama 1 periode pemerintahan, tiba-tiba memunculkan sandiwara RUJUK dalam bahasa koalisi. tidak berlebihan juga ini disebut May blessing, karena sudah biasa dalam budaya kita, lebih suka perkoncoan daripada perdebatan. Bersatunya dua musuh.
Masih ada satu blessing yang "terulang" bagi bank sentral seperti 10 tahun lalu. Kini bukan istilah independensi. Tapi lebih dari itu, apresiasi setelah dalam bulan-bulan terakhir, bank sentral menjadi tumpuan maki. Kalau lebih 12 bulan sudah berjalan, para ex petinggi bank sentral menjadi langganan berita yang dilansir dari KPK, maka kini bank sentral sedang dan akan menjadi berita karena BI1 akan menjadi RI2. Kalau mimpi ini jadi kenyataan pasti semua sependapat bulan Mei ini menjadi tuah buat bank sentral karena akan menjadi sejarah unik dalam perjalan bangsa ke depan.
Thursday, April 30, 2009
Wednesday, April 29, 2009
KESEMPATAN (CHANCE)
Tuesday, April 28, 2009
Saturday, April 11, 2009
ASAL ATAU TUJUAN
Dalam hdup manusia bergerak dari satu titik menuju titik lain. Titik pertama disebut dengan asal sedangkan titik kedua dinamai tujuan. Asal dan tujuan menjadi penting dalam hidup karena sangat menentukan hampir semua aspek kehidupan. Sulit menetapkan apakah asal lebih penting atau tujuan lebih penting. Persoalan yang dihadapi seseorang adalah apabila dia telah mencapai tujuan dia tidak bisa berhenti pada titik itu. Dia harus bergerak lagi mencapai titik lain, sedangkan tujuan yang telah dicapai otomatis berubah menjadi titik asal.
Pertanyaan selanjutnya apakah yang menjadi tujuan dalam hidup itu? Bisakah manusia memiliki satu tujuan? Dimanakah letak cita-cita atau visi dan misi seseorang atau perusahaan? Benarkah pernyataan bahwa tidak ada yang kekal kecuali perubahan?
Untuk memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut, diberikan ilustrasi. Seandainya seseorang explorer berjalan dari Jakarta, menuju satu titik persinggahan, kemudian melanjutkan perjalanannya menuju titik lain, pada akhirnya explorer tersebut hanya berhenti apabila telah kembali di Jakarta. Jadi dari Jakarta tiba di Jakarta, baru bisa berhenti. Ilustrasi tersebut membantu pikiran dan harapan bahwa ada satu tujuan yang bisa membuat seseorang tidak akan mencapai tujuan yang lain yaitu ketika dia sudah tiba pada asalnya. dengan demikian yang semula asal akan menjadi tujuan akhir.
Untuk membebaskan seseorang dari perangkap dimensi yang membatasi ruang geraknya maka perlu diketahui bahwa ada asal yang menjadi tujuan yang satu saat pasti dihadapi seseorang yaitu pangkuan TUHAN.
Sunday, April 05, 2009
Situ Gintung : Bencana Alam atau Kecelakaan
Banjir yang melanda perumahan-perumahan di Ciputat akibat Situ Gintung sering disebut sebagai Tsunami Lokal. Istilah Tsunami Lokal dilahirkan karena pengalaman waktu kejadian yang mendadak dan relatif singkat tapi menelan banyak korban. Air bah yang melanda rumah dengan ketinggian 3-6 meter dan kecepatan yang spektakuler telah menyebabkan korban meninggal sudah 103 orang dan pencarian masih terus dilakukan. Dari sisi regu penolong (rescue), diketahui bahwa tim SAR yang melakukan pencarian korban adalah tim yang turun pada saat Tsunami akhir tahun 2004 di NAD.
Sepertinya ada benang merah yang mentautkan kejadian tsunami di NAD dengan peristiwa Situ Gintung. Namun mendengar kesaksian dari warga dan perkembangan informasi media massa, ada perbedaan yang signifikan. Yang pasti, Situ Gintung terjadi karena ambruknya pertahanan tanggul ( bangunan waduk). Konon waduk yang buatan manusia pada masa kekuasaan penjajahan Belanda itu tidak pernah dilakukan renovasi atau revitalisasi konstruksi. Jadi wajar, bangunan yang sudah di atas 50 tahun beroperasi terus menerus tanpa pemeliharaan yang terus menerus pula akan menghadapi panggilan usia, rapuh.
Korban yang relatif besar tersebut tidak akan terjadi apabila para pedagang properti tidak memaksakan (mungkin pakai pelumas) untuk mendapatkan izin dari pemerintah untuk membangun perumahan asri dan mahal di kasawan aliran saluran Situ yang letaknya lebih rendah dari Situ itu sendiri. Kondisi perumahan yang lebih rendah dari Situ rapuh tersebut, lolos dari perhatian para konsumen ketika menerima iklan dan penawaran dari pengembang. Rumah asri yang ditawarkan seolah menjawab mimpi konsumen yang mengidamkan rumah bagus, besar, mewah. Pemenuhan ambisi dan mimpi sering menjadi selubung yang menutup mata hati untuk lebih melakukan kaji (baca: zikir). Apalagi beberapa artis dan pejabat sudah terlebih dahulu menyatakan akan menghuni property itu. Sehingga akhirnya tanpa sadar bahaya maka jualan properti di kawasan itu menjadi laris manis seperti sawo manis.
Setelah semua properti terjual, mulai ramailah suasana di perumahan-perumahan itu, maka dipilihlah perwakilan RT dan RW sehingga semakin yakinlah bahwa secara administratif, daerah itu resmi menjadi kawasan pemukiman. Para Pamong juga seakan menutup mata bahwa perumahan itu berada diposisi bencana. Para pamong bukan mengingatkan (menegur) penghuni itu, sebaliknya semakin gencar menarik pajak dan retribusi seiring kondisi perekonomian warga yang semakin bersemi.
Selepas kejadian Situ Gintung, TUHAN menjadi sasaran pertama kritik dan komplain atas kejadian itu. TUHAN adalah pencipta alam semesta. Jadi bukan pembangun Situ Gintung dan Perumahan di aliran situ itu, sehingga kritikan dan bahkan mengarah kepada hujatan itu salah alamat.
Penyebab tsunami di NAD adalah alamiah pergerakan alam semesta (lembeng bumi bergeser). Wajar kalau tidak ada satupun manusia yang memastikan masa dan waktu serta dasyatnya tsunami. Sementara banjir Situ Gintung dapat diketahui dari pengamatan terhadap kondisi konstruksi.
Dari informasi tersebut di atas, dapat disimpulkan banjir Situ Gintung bukan merupakan bencana alam, tapi lebih merupakan kecelakaan. Jadi kita tidak perlu melantunkan lagu mas Ebiet G Ade (EGA)..